Rabu, 15 November 2017

BELAJAR DARI SOUTHWEST AIRLINES




Dalam era shifting seperti sekarang masihkah strategi bisnis dari Southwest airlines ini masih relevan ? Menurut saya ini masih relevan dan dapat di terapkan dalam berbagi bidang bisnis. Why ? karena Southwest Airlines ini menerapkan strategi yang unik dan bisa di duplikasi. Tapi tak semua mampu seperti Southwest Airlines.

Emangnya apa sih yang dilakukan maskapai penerbangan ini. mereka melakukan hal-hal yang berbeda dan tidak wajar. Ambil contoh ketika maskapai lain berusaha memberikan pelayanan tambahan,Southwest justru menyederhanakan pelayanan. Mulai dari tempat duduk, biasanya kita terbiasa menempuh penerbangan dengan kepastian nomor tempat duduk, Southwest justru menerapkan falsafah "first come first serve" alias siapa yang datang duluan dapat memilih tempat duduk sesukanya.

Terbiasa dengan makanan lezat sewaktu penerbangan ? Jangan harapkan itu ada di Southwest paling Anda hanya di beri snack jika penerbangan terbilang agak lama. Rata-rata peberbangan Southwest tidak lebih dari 80 menit.

Jadi teringat salah satu penerbangan di Paman sam yang menawarkan tiket murah dengan fasilitas, bisa di bilang kurang layak. Ya, karena meraka menerapkan strategi harga tiket yang murah, Terus dari mana mereka dapat pemasukan ? mereka memasang iklan di setiap sudut pesawat yang bisa terlihat oleh penumpang. Dibangku penumpang, di dinding pesawat, di lantai dll (bisa dibilang dekorasi interior/ekterior mereka adalah iklan-iklan ^_^) keren ya....

Balik ke Southwest, maskapai ini tergolong cerdik dan konsisten dengan strateginya, yaitu menerbangi berbagai bandar udara yang masih underutilized dan dekat dengan metropolitan. Hal ini juga didukung dengan utilitas pesawat yang cukup tinggi. Pesawat mereka rata-rata berada di udara selama 11 jam bandingkan dengan rata-rata industri yang hanya 8 jam.

Tidak mengherankam, Southwest dapat menawarkan harga yang cukup rendah. Ini tentu didukung dengan rata-rata biaya per mil yang hanya setengah dari pesaing terdekatnya. Yang tak kalah heboh adalah bagaimana Southwest memperlakukan penerbangan bagaikan hiburan di atas udara.

Prinsip yang dianut Southwest adalah penerbangan bagaikan suatu permainan yang harus di nikmati dan menyenangkan semua orang. Hal ini tercermin dari beberapa tagline iklan mereka, seperti "The 48- Minute Love Affair" atau "Make Love, Not ear", sehingga Southwest dapat menjadi "LUV (love) air-line".

Bisnis yang sedang merekah biasanya selalu ada yang meniru. Lantas apakah semua berhasil meniru model bisnis Southwest ? tak mudah memang meniru sebuah  kesuksesan walaupun model bisnisnya sudah sama persis.

Tapi setidaknya kita bisa mengambil pelajaran dari Southwest Airlines dan salah satu penerbagan di paman sam :

1. keberanian mereka dalam menyederhanakan pelayanan
2. memiliki model bisnis dan konsisten
3. keberanian mereka dalam menerapkan konsep bisnis yang tak lazim. ^_^

Southwest didirikan oleh Rollin king, Lamar Muse, Herber Kelleher pada tahun 1967 dan sekarang sudah tahun 2017. Selang berapa tahun tuh ? hitung sendiri ya ? ^_^

karena selang waktunya begitu lama zaman dulu dan zaman now tidaklah sama. Untuk menghadapi shifting yang mudah-mudahan gak bikin sinting. ^_^ kita harus berani melakukan pemasaran yang 100%++#OUTOUTOFFTHEBOOK (MELAKUKAN PEMASARAN YANG BERBEDA DARI YANG SUDAH berbeda)

1 komentar: